Bab 25. Saya Calon Istri Farhan

1130 Kata

"Loh, Uda Farhan? Bukankah Uda sudah berangkat ke Jakarta sejak kemarin?" tanya Nadira bingung. Farhan semakin mendekat. Sebuah senyum tercipta di wajahnya. Rasa rindu yang membuncah pada dua bidadarinya kini seakan meletup-letup. Terlebih pada mantan istrinya itu. Setiap tarikan napasnya selalu terbayang wajah dan senyum yang menggetarkan jiwa. "Nadira ...." Nadira tak dapat menahan senyumnya melihat pria yang sebenarnya juga dia rindukan. Walau berusaha mencoba untuk menghindarinya beberapa hari ini, namun tak bisa dipungkiri sesungguhnya hatinya begitu merindu. "Nafa sini sama papa!" Farhan meraih Nafa dari Nadira dan membawanya ke dalam gendongannya. Farhan pun hanya membawa satu tas ransel di punggungnya. Mereka berjalan bersisian menuju ruang tunggu penumpang. Nadira menduga per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN