"Selamat siang adik kelasku, ketemu lagi ya kita." ujar seorang perempuan yang berdiri di depannya. Shania hanya diam melihat ketiga kakak kelasnya itu. Mereka tampak asing untuknya, tapi mereka mengenalnya. Apakah ia seterkenal itu? Kelihatannya ini bukan urusan yang bagus. "Lo inget gue?" tanya gadis itu, Shania menggeleng. Ia bahkan tidak tahu jika mereka bertiga adalah kakak kelasnya. "Kok lupa sih? Gue masih jelas inget kalau lo bilang, lo itu pacarnya Zidan, inget?" Shania mengangguk, ia baru saja mengingatnya. Tapi itu bukanlah fakta yang sebenarnya, hanya alibi Della yang mencoba membalas perkataan kakak kelasnya itu tempo hari. "Gimana girls? Mau kasih ajaran sedikit gak buat adik kelas kita yang baik hati bagai malaikat ini?" Shania mengernyitkan dahinya terbesit kekhawatiran

