"Shania! Ayo gue anterin pulang!" Gadis itu menoleh ke arah suara itu berasal. Ada Bara di sana dengan motor sport miliknya. Shania tersenyum kecil sementara Bara pun ikut tersenyum meski ia tidak tahu mengapa Shania melakukannya. Yang ia tahu hanyalah ketika Shania tersenyum, seluruh keajaiban di dunia ini akan terkalahkan dalam sekejap. "Nggak deh Bar, gue bisa pulang sendiri." Jawabnya yang membuat wajah lucu Bara seketika luntur dari tempatnya dan berubah menjadi raut bingung. "Lo mau jalan kaki sampe rumah, Shan?" Tanya Bara yang diangguki oleh Shania dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya. Bara tersenyum kecil, tantangan bukan lah oenghalang untuknya mendapkan Shania. Mungkin ia harus sedikit merubah sikapnya kepada gadis itu. "Ya udah kalo gitu,gue duluan ya, hati- hati

