Gadis itu berjalan diam-diam dan sesekali ia melihat keadan sekitar siapa tahu ada yang mencurigakan. Ia harap tidak akan ada Adrian hari ini. Laki-laki itu sudah menelantarkannya yang membuatnya harus bertemu dengan Zidan. Ini juga kesalahannya, ia harus begadang semalaman untuk belajar matematika kemarin karena hari ini ada kuis. Apalah daya siswi dengan otak pas-pasan sepertinya. Pada akhirnya ia juga terlambat seperti ini. Shania mengintip suasana di dalam sekolah dari dibalik pagar, lumayan sepi. Mungkin hari ini guru tatib tidak mendapatkan mangsa yang diinginkan. Jika ia tertangkap kali ini, tiga kali sudah ia melakukan kesalahan yang sama. Menyebalkan. Setelah lima kali maka akan ada surat panggilan untuk orang tua. "Gue gak boleh ketahuan." Shania berjalan perlahan menyeberangi

