Kedua laki-laki itu berjalan membelah kerumunan siswa yang melewati koridor pagi ini. Tak sedikit teriakan dan helaan napas memuja diperuntukkan kepada mereka. Karunia Tuhan memang harus disyukuri dan itulah yang sedang mereka lakukan kali ini. Berjalan dengan mendonggakkan kepala lalu memberikan senyum manis kepada setiap siswi yang ada di sana. Seperti di novel-novel saja. "Gue gak nyangka kalo gue setampan itu," ucapnya dengan nada sedikit berbisik pada laki-laki di sampingnya. Yang diajak bicara pun hanya tersenyum lalu memberikan sebuah gulungan kertas yang ia bawa sedari tadi. "Beneran mau ngundang satu sekolah? Mau nyewa stadion mana lu, pake gaya segala," tanya Athlan pada Adrian. Ia tahu Adrian anak orang kaya tapi dengan mengindang satu sekolah itu sangatlah berlebihan. Bagaima

