"Dia?" Zidan sedikit mengernyitkan dahinya lalu mengikuti kemana arah mereka semua melihat. Mengapa gadis itu ada di sana? Maksudnya apa yang dia lakukan di sini? Athlan menoleh ke arahnya lalu tersenyum jahil. Berakhir sudah, semuanya. "Lo masih mau bilang gak suka sama dia hmm?" Zidan menatap Athlan datar lalu memasukan tangannya ke dalam saku celana. Rencananya hari ini gagal, bagaimana bisa ia datang kemari tanpa undangan? Tak lama Athlan memanggil gadis itu kemari dan acara kembali berlanjut. "Malam kak." sapanya pada Athlan yang kini berdiri di depannya. Gadis itu adalah Shania. Ia juga tidak tahu mengapa Adrian mengundangnya kemari, mungkin dia ingin mengganti kerugian yang dialaminya saat bolos beberapa hari yang lalu. "Lo cantik pake baju ini, sampe mata cowok yang di sampin

