Amierra duduk di dalam ruangan Djavier, ini sudah 3 hari berlalu dan Djavier masih tetap pada posisinya. Tertidur dengan begitu tenang. Amierra duduk di kursi yang ada di sisi brangkar yang di tempati Djavier. Tadi Letnan Fira mengatakan kalau Djavier sudah melewati masa kritisnya dan sekarang hanya tinggal menunggu dia sadar. Amierra mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan besar milik Djavier yang terasa dingin. Ia mengecupnya dengan air mata yang luruh membasahi pipinya. Lalu menempelkannya di pipinya. “Paman sudah berjanji padaku, jadi tolong tepatilah janji Paman kali ini, jangan mengingkari lagi. Aku di sini menunggu dalam keresahan dan rasa sesak yang teramat. Aku menunggu Paman memenuhi janji Paman padaku. Aku dan bayi kita menunggu Paman.” Ami

