Episode 28

1861 Kata

  Amierra berjalan menuju ruang emergency, di sana masih ada beberapa tentara begitu juga dengan Iqbal. “Bagaimana? Apa Dokter sudah memberi kabar?”             “Belum,” ucap Iqbal dan tak lama Letnan Fira keluar dari dalam ruangan itu. Amierra dan Iqbal segera menghampiri mereka berdua.             “Bagaimana?” tanya Amierra tak sabar.             “Kedua pelurunya sudah berhasil di keluarkan,” ucap Letnan Fira, ia melirik ke arah Iqbal yang berdiri di belakang Amierra. “Tetapi keadaannya masih kritis, Kapten banyak mengeluarkan darah.”             Amierra menundukkan kepalanya dengan air mata yang menggantung di pelupuk matanya. “Sersan Iqbal, bisa kita bicara di ruangan saya,” ucap Letnan Fira.             “Baik Letnan,” ucap Iqbal.             Mereka berlalu pergi meninggalkan A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN