Amierra berjalan menuju ruang emergency, di sana masih ada beberapa tentara begitu juga dengan Iqbal. “Bagaimana? Apa Dokter sudah memberi kabar?” “Belum,” ucap Iqbal dan tak lama Letnan Fira keluar dari dalam ruangan itu. Amierra dan Iqbal segera menghampiri mereka berdua. “Bagaimana?” tanya Amierra tak sabar. “Kedua pelurunya sudah berhasil di keluarkan,” ucap Letnan Fira, ia melirik ke arah Iqbal yang berdiri di belakang Amierra. “Tetapi keadaannya masih kritis, Kapten banyak mengeluarkan darah.” Amierra menundukkan kepalanya dengan air mata yang menggantung di pelupuk matanya. “Sersan Iqbal, bisa kita bicara di ruangan saya,” ucap Letnan Fira. “Baik Letnan,” ucap Iqbal. Mereka berlalu pergi meninggalkan A

