Dor Dor “Ti-tidak, Pa-paman!” gumam Amierra dengan ekspresi syok. Semuanya mematung kaku dengan wajah pucat mereka. “Kapten!” Sersan Iqbal langsung menghampiri Djavier yang mulai luruh. Amierra merasakan tangannya yang memegang punggung Djavier basah, basah karena darah. Tubuh Djavier ambruk di tahan Sersan Iqbal. “Paman!!!” “Siapkan Tandu!!!” teriak Iqbal. Beberapa tentara berlarian mengambil tandu dan sebagian lagi bersama Polisi Militer mengejar sang Sniper. Heru tampak tertawa senang saat di seret beberapa TNI. “Paman! Kau sudah berjanji,” isak Amierra mencengkram keram pakaian Djavier. Mata Djavier tampak sayu tetapi senyuman tak luntur dari bibirnya. Ia mengangkat sebelah tanganya untuk membelai pipi Amierra, tetapi sebelum it

