Malam menjelang, Amierra sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Djavier masih duduk tenang dengan pandangan menerawang ke depan. Sesekali ia menatap ke arah Amierra di sampingnya, ia tidak tau apa yang Amierra rasakan sebenarnya. Bahkan ia merasa Amierra tak menghargai dan menganggapnya sebagai suami. Dengan mudahnya Amierra berbohong padanya. Kenapa? Kenapa Amierra membohonginya? Bahkan dia membiarkan tubuhnya di sentuh pria lain yang bukan muhrimnya. Djavier pikir selama ini, Amierra sudah mulai membuka hati untuknya dan menerimanya sebagai suami. Tetapi kenyataannya ia salah. Djavier memang memiliki raganya, tetapi tidak dengan hatinya. Amierra masih mencintai dan memikirkan Fauzan. Dan sungguh kenyataan itu membuatnya sakit hati. Sekuat tenaga berusaha ikhlas dan sabar

