“Selamat siang Kapten!” seru seorang tentara dengan memberi hormat pada Djavier yang tengah latihan tembak di tempat pelatihannya. “Ada apa?” tanya Djavier menghentikan gerakannya yang ingin menembak, ia menoleh pada tentara di sampingnya dengan melepaskan kacamata beningnya yang di gunakan untuk latihan tembak. “Ada tamu untuk anda,” serunya membuat Djavier mengernyitkan dahinya, setaunya di sini ia tak mengenal siapapun. Tetapi akhirnya dia pun menganggukan kepalanya. Ia berjalan menuju pintu keluar seraya menyimpan kacamata dan tembakannya. Ia berjalan menuju bagian depan markas dimana orang luar yang ingin bertamu menunggunya. Sesampainya di ruangan itu, Djavier melihat seorang wanita yang berdiri membelakanginya. Wanita itu sibuk memperhatikan pigura te

