[Kamu hati-hati Ren. Seharusnya tadi aku suruh supir ngantar kamu.] “Tenang aja Ruli, lagipula ada masalah yang lebih penting yang harus Rendi urus. Bentar lagi juga nyampai rumah.” Tubuh Rena terhuyung ke depan saat taksi mengerem mendadak. Ponsel Rena jatuh ke bawah. [Halo Ren? Ada apa?” “Pak kenapa berhenti mendadak?” Bukannya mendapat jawaban dari supir taksi, Rena merasakan pintu sebelahnya dibuka paksa. Seketika Rena mundur sampai pintu di sampingnya. “Siapa itu?” Rena sudah menggigit bibir bawahnya takut. Tiba-tiba ada yang membungkam mulut Rena menggunakan kain. Setelahnya Rena tidak sadarkan diri. Orang itu membawa Rena ke mobil yang berbeda dan meninggalkan sopir taksi yang su

