Pameran

1008 Kata

Akhirnya Rendi datang untuk menjemput Rena di kafe tempat ia dan Rangga bertemu. Rena belum memberitahu Rendi tentang Rangga, dan mungkin tidak akan pernah memberitahunya karena Rena tahu Rendi sama seperti Dimas yang overprotective. “Kenapa nggak ngasih tahu kalau ke sini?” Rena memutar bola matanya malas. “Masa iya kemana-mana harus ngasih tahu Ren.” “Bagaimana pun juga lo tanggung jawab gue Rena.” Rendi gemas dan mencubit pipi Rena yang menjadi merah. “Sakit Rendi!” Rena menendang kaki Rendi karena kesal. “Mending gue pulang sendiri kalau tahu lo rempong kayak gini.” Rena berjalan lebih dulu menghindari Rendi. “Rena tunggu!” Rendi menyusul dan mensejajarkan langkahnya dengan Rena. Dia melirik Rena sebentar lalu tersenyum. Rena kalau marah lebih menggemaskan pasalnya dia tidak pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN