Hari berganti malam dan Rena masih ada di tempat pameran sejak pagi. Dia tak keluar karena sudah ada konsumsi yang disiapkan khusus untuk panitia acara. Rena memakannya di dekat tangga lantai dua di mana acara utama digelar. Di sana ada penampilan budaya dari beberapa negara yang menjadi anggota komunitas seni. Sembari menunggu Rangga datang, Rena memanfaatkan waktu itu untuk mengisi perutnya. Dia sudah lapar sedari siang tapi belum ada waktu untuk keluar mencari makan dan baru mendapat jatah makan saat malam hari. Di tengah makan, ponsel Rena berbunyi. Nama Rangga tertera di sana. Rena buru-buru mengangkat telepon Rangga. “Halo Rena, kamu di sebelah mana?” Rena menelan makanannya yang masih tersisa di mulut. “Lagi makan

