That's What He Wants

1104 Kata

Tidak sempat masuk ke dalam ruangan sang papa, Reiner memutuskan untuk pergi, meremas surat kelulusannya dengan penuh kecewa. Tapi, Shanaya tak tinggal diam. Shanaya juga lebih memilih untuk menyusul Reiner daripada lanjut masuk ke dalam ruangan Davin. Alhasil, dengan bujukan yang tulus, Reiner akhirnya mau duduk berdua bersama Shanaya di sebuah cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gedung kantor. Diam adalah bentuk dari rasa kecewa, Reiner hanya diam dan wajahnya begitu mendung seolah siap untuk menumpahkan curah hujan kegetiran sebagai seorang anak broken home. "Sabar, Rein ...." Hanya itu yang mampu Shanaya ucapkan. "Bahkan setelah berpisah pun mereka begitu sibuk mencari alasan untuk cekcok!" ucap Reiner dengan wajah penuh rasa gusar. Shanaya belum bisa berkomentar apa-apa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN