Rasa mual tak kunjung hilang, semakin lama malah semakin terasa mengganggu. Shanaya berusaha kuat, tapi lama kelamaan ia merasa lemas pada akhirnya. Untuk Davin berada tepat di dekatnya dengan begitu ia sigap menopang Shanaya yang hampir jatuh. "Rein, tolong bukakan pintu mobil papa!" seru Davin seraya ia mengangkat tubuh lemas istrinya. "Iya, Pah!" Reiner yang kebawa panik segera berjalan cepat ke arah mobil yang terparkir di halaman, memundurkan seatnya dan mengatur sandaran agar Shanaya bisa duduk nyaman di dalam mobil. "Mas mau bawa aku ke mana?" gumam Shanaya tapi matanya masih terpejam karena lemas. "Ke dokter!" jawab Davin. "Nggak usah, Mas. Bawa saja aku ke kamar," pinta Shanaya. "Nggak bisa! Kondisi kamu ini sangat mengkhawatirkan! Dalam hitungan detik kamu drop tanpa aba-a

