“Sudah selesai.” Kata Bin mengagetkanku. Aku memutar tubuh, terpaku menatapnya. “Kenapa?” tanyanya ketika melihat aku terdiam. “Ah, gak kenapa-kenapa.” Jawabku mengernyih. Tidak ada kata-kata yang keluar setelah itu, Bin menundukkan kepalanya masih memandangiku, kelopak matanya menurun menjadi pandangan yang meneduhkan. Bola matanya bergerak ke kiri dan kanan. Ia menggigit bibir bawahnya ke dalam, seperti ingin berkata sesuatu tapi tertahan. Sampai pada akhirnya ia menarik simpul bibirnya, lalu membungkukan punggungnya. Suasana menjadi hening. Seolah jam berhenti berdetak, saat wajahnya mendekat. Mataku membelak, menyatukan ke dua alisku ke atas. Melihat dia begitu dekat. Sangat dekat ... Hingga wajahku dengannya hanya berjarak beberapa inci saja. Kutelan ludah lagi,

