“Hampir saja aku tinggal, hah ternyata anak guguk ini kembali juga.” Tan melemparkan senyum sinis kepadaku sambil berjalan dari gate menuju pesawat. Menghampiri pramugari yang mengecek tiket kami. Dia masuk ke kabin lebih dulu, duduk di kursinya tanpa mempersilahkan aku duduk lebih dulu. “Aku kan wanita, seharusnya kamu mempersilahkan wanita lebih dulu masuk.” Ujarku kesal, sambil mengerucutkan mulut. “Siapa suruh jalannya lambat!” ia menurunkan kakinya yang semula terangkat agar aku bisa masuk melewati tempat duduknya. Aku berjalan hati-hati, namun kaki Tan yang panjang membuat celah kursi menjadi sempit sehingga kakiku menyangkut di antara kakinya. Kupaksakan melangkah lagi, tapi ... Srekkkk!!! Tubuhku hilang keseimbangan lalu jatuh di atas pangkuannya. Hoh! Gi

