Siapa mencintai siapa? Sungguh membingungkan. Kenapa setelah menikah malah aku yang mengejar-ngejar Tan. Apa mungkin? Aku belum sempat membaca buku harian, karena tadi di telepon Candy. jadi lupa kan. Iiih! Kenapa juga sih ingatnya Cuma separuh-separuh. Apa harus membenturkan kepala dulu baru ingat semua? Kuketuk-ketuk kepala sambil berjalan menuju gerbang. “Moon Chan!” aku menoleh, teringat Bin dulu memanggilku dengan sebutan itu. Pria itu melebarkan senyumnya. Melambaikan tangan. “Riu San!” Riu berlari menghampiriku. Memegang tali tasnya. “Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu.” “He hem. Aku rindu Riu San!” kataku sambil tersenyum lima jari. “Hem, aku ingin bicara sesuatu.” Riu berhenti tersenyum. Air wajahnya menjadi tenang. “Ada apa?” tanyaku hati-ha

