
Tujuh hari sebelum pernikahan Livia, sebuah undangan bertepi emas mendarat di Bilik No 7 Warnet SatriaNet.
Arya masih di tempat yang sama.
Sejak SD di bawah pohon beringin SDN 01 Karangmekar, sejak gerobak es puter Rp 5.000, sejak ia berjanji akan menikahi Livia di depan kelas.
Livia datang bukan untuk bernostalgia.
Ia datang dengan satu permintaan terakhir yang menghancurkan d**a:
"Temani aku tujuh hari sebelum aku jadi milik orang lain."
Tujuh hari.
Satu warnet tua yang bocor kalau hujan.
Satu Gedung Cendrawasih yang sudah memesan pelaminan mewah atas nama Roy.
Di antara pulsa tiga ribu lima ratus yang habis, sepatu merah putih yang masih disimpan, dan gelang karet 500 perak yang melar, Arya harus memilih.
Mampukah ia merebut kembali cinta pertamanya yang menunggu 20 tahun, atau harus merelakan Livia selamanya di pelaminan orang lain?
Cinta pertama tidak pernah hilang. Ia hanya menunggu di Bilik Nomor Tujuh.
#Atas Nama Cinta #Romance Writing Competition #secondchance #cintapertama #gagalmoveon #realisticurban #nostalgia #warnet #pernikahan #Tirtakencana

