"Saya terima nikah dan kawinnya Indah Purnama Sari binti Hendra Sudrajat dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Sebuah kalimat dengan satu nafas telah dikumandangkan Nathan. Pertanda kini ia tak lagi sendiri, melainkan ada pendamping yang harus ia imami. Tapi apa bisa seperti itu, sedangkan pernikahan keduanya tercatat sebagai kontrak. Serempak para saksi menyahuti dengan kata sah. Penghulu kemudian membacakan doa setelah prosesi sakral pagi ini yang langsung diamini oleh para hadirin di sana. Tak lama setelah itu, Indah keluar dari kamar. Hari ini tubuhnya dibalut kebaya putih gading yang cukup memetakan lekukan tubuhnya. Semua mata memandang takjub pada Indah yang memang jarang sekali menggunakan make up. Terutama Nathan. Nathan menelan ludah, bukan hanya wajah Indah yang meny

