“Ada yang bisa saya bantu, Boss?” Kening Nathan berkerut, bukan Rio yang ia harap kehadirannya. “Kenapa kamu yang ke sini? Tadi saya udah bilang dengan jelas kan? Mana Indah?” “Maaf sebelumnya, Boss. Mbak Indah sudah pergi sekitar satu jam yang lalu. Dia menyerahkan ini.” Rio memberikan surat pengunduran diri Indah kepada Nathan. Mata Nathan kembali menyalang. “Kenapa kamu gak ngasih tahu saya masalah ini?” “Menurut Mbak Indah, masalah ini sudah disampaikan kepada Boss.” Rio paham ia sudah melakukan kesalahan. “Cepat cari tahu di mana Indah sekarang! Cari sampai dapat!” Sedangkan Indah sedang berada di atas kereta yang akan mengantarkannya kembali ke kampung halaman. Kembali air menetes keluar dari matanya. ‘Stop, Ndah. Stop buang air mata untuk seseorang yang bahkan tidak pernah

