Terungkap

2521 Kata

Nathan menjauhkan telinganya dari telepon, tapi tetap saja telinganya berdenging karena teriakan Papinya tadi. Bahkan Indah yang tak ikut menempelkan telinga juga bisa mendengar bentakan Reza di seberang sana. Suami Indah itu menarik nafas dengan panjang lalu meletakkan telepon ke telinganya lagi. “Aku lagi ada urusan penting, Pi.” “Urusan apa?! Kalau orang telfon kamu sampai berkali-kali, apalagi Papi itu artinya ada urusan yang sangat pentin!” Tadi memang waktu Nathan terus-terusan mengekori Indah, ia melihat ponselnya menyala dan menampilkan nama Budi sebagai penelpon. Hanya saja, baginya mengejar jawaban Indah itu lebih penting. Maka dari itu, ia hanya mengambil ponselnya untuk diubah ke mode silent. Tak lupa ia membalikkan ponselnya, jadi ia sama sekali tidak terganggu dengan bend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN