34 Marah Lagi

1546 Kata

Nathan meninggalkan kembarannya sendirian di ruangan itu. Ia tahu bila Nala tidak jauh berbeda dengan dirinya. Keras kepala dan tidak gampang percaya kecuali ada bukti konkrit yang ditunjukkan ke depan mata. Nathan akan membiarkan Nala mencari tahu sendiri, karena kalau dirinya yang menunjukkan, pasti akan mengira ia yang memanipulasi data. Atau parahnya, menuduh Indah yang melakukan manipulasi itu. Nathan menuju ruang makan dan menemukan Indah sedang menyiapkan makan malam bersama Maminya. Ada juga Sukma dan juga Oma Liliana yang sepertinya baru datang dan sedang berbincang. “Bang, coba telfon Uncle Andra. Katanya mau datang, tapi kok jam segini belum sampai juga,” titah Oma Liliana. “Iya, Oma.” Nathan merogoh ponsel dalam saku celananya. Dengan cepat ia mengetikkan nama saudara dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN