"Assalamualaikum, Yang." Mata Indah membulat karena sapaan tak biasa itu. Bulu kuduknya merinding seperti melihat hantu. "Sholat jama'ah, yuk," ajak Nathan. Indah langsung menggeleng. "Kenapa?" "Aku lagi halangan." Kening Nathan berkerut. "Kenapa?" Kening Indah juga ikut berkerut karena pertanyaan Nathan yang aneh. "Yah karena udah waktunya. Ini kan minggu ke tiga. Kalau aku gak halangan justru itu yang aneh. Gak ada yang tidurin malah hamil sendiri," sahut Indah sewot. "Tapi kemarin kita masih sholat jama'ah, Yang. Kalau kamu mau, aku bersedia kok, Yang." "Iya, aku dapetnya selesai isya. Lagian Abang bersedia apaaan?" "Yah ngehamilin kamu lah. Masa kucing tetangga sih, Yang." Nathan kemudian mendapatkan bantal melayang di wajahnya. Entah karena jarak yang dekat atau memang

