Lanjutan chaper enam puluh lima ... ❤❤❤ Sejak kepergian Andrea, Vania tak memejamkan mata hingga pagi. Ia hanya pura-pura tertidur hingga Daniel dan Mawar berpindah ke sofa. Dan setelah ruangan senyap, ia kembali membuka matanya. "Kamu sudah bangun, Dev?" tanya Daniel dengan suara serak khas orang bangun tidur. Setelah beberapa saat, Daniel menghampiri Vania. "Mata kamu bengkak. Kamu menangis lagi semalam?" tanya Daniel sambil menyentuh mata bengkak sahabat kecilnya itu. Vania masih diam tak menanggapinya. "Dan," panggil Vania lemah. "Hmm?" Daniel segera mengambil posisi duduk di kursi yang ada di samping Vania. "Aku nggak mau bertemu Mas Andrea," lirih Vania. "Tapi kenapa? Dia suami kamu, dan saat ini kamu membutuhkannya, Dev," bingung Daniel. Vania menggeleng, "aku nggak mau,

