Tujuh Puluh

1250 Kata

❤❤❤ Untuk membuat Vania nyaman, orang-orang di sekelilingnya masih berusaha tak menyinggung soal permsalahan kecelakaan tempo hari. Mereka merasa, Litha lebih bisa mencari waktu yang tepat agar emosi Vania tetap stabil. Karena itulah yang harus lebih diutamakan kini. "Kalau begitu saya pamit ya, Pak Rafael, Bu Mawar, dan yang lainnya," pamit Haical. "Loh, Nak Haical nggak sekalian makan malam di sini?" tawar Mawar. "Tidak usah, Bu. Masih ada beberapa berkas yang harus saya periksa ulang," tolak Haical. Rafael mengantar Haical hingga ke depan rumah, "besok-besok main ke sini lagi ya, Pak Haical! Supaya Dev ada teman mengobrol dan perlahan bisa melupakan masalahnya tempo hari," pinta Rafael. "Pasti, Pak. Sebisa mungkin saya akan luangkan waktu untuk menjenguk Dokter Vania," jawab Haic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN