Tujuh Puluh Satu

1096 Kata

❤❤❤ Sepulang kerja, Andrea meluangkan waktunya untuk ke rumah mertuanya. Ia ingin bertemu dengan Vania. Dan ia pikir, ini sudah waktunya. Sebelum menemui Vania, Andrea lebih dulu berhenti di dekat sebuah gerobak kwetiaw tempat ia dan Vania pernah makan bersama jauh sebelum mereka menikah dulu. Andrea baru saja selesai memesan. Sambil menunggu pesanannya dibuatkan, Andrea duduk lesehan sambil memberi kabar pada Rafael kalau ia akan datang. Setelah itu, Andrea terdiam memandang gerobak kwetiaw di dekatnya. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis ketika bayangan masa lalunya dan Vania melintas di ingatannya. Ia ingat betul bagaimana Vania yang berjalan terpincang menghampiri penjual kwetiaw itu. Bayangan Vania terasa sangat nyata di hadapan Andrea. Ia juga ingat bagaimana mereka dulu salin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN