Tujuh Puluh Dua

1256 Kata

❤❤❤ Waktu menunjukkan pukul 20.00. Dan seperti yang Vania minta, ia masih setia menemani wanita itu. Mata Vania masih terpejam. Dan Andrea tak selangkah pun beranjak dari sisi Vania. Ia terus menggenggam dan mengusap lembut jemari Vania. Sesekali ia mencium punggung tangan Vania. Andrea tersentak ketika merasakan adanya pergerakan kecil pada jemari Vania. Ia pun langsung menatap sepasang mata yang masih terpejam erat itu. Vania sedikit menggeliat tidak nyaman. Andrea pun langsung mengusap kelapa Vania untuk menenangkannya. "Van, are you oke?" bisik Andrea mulai khawatir. Tampaknya Vania sedang bermimpi buruk. Wanita itu terus bergerak gelisah, seakan sesuatu yang buruk telah mengganggunya. "Van," panggil Andrea lembut. "Maafin aku," gumam wanita yang masih di alam bawah sadarnya it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN