❤Memang terkadang apa yang kita inginkan akan begitu mudahnya pergi, bahkan sebelum kita sempat memilikinya❤ ❤❤❤ Rasa sakit kembali timbul ketika kesadaran Vania mulai pulih. Ia mendengar suara percakapan beberapa orang di sekelilingnya, dan ia yakin salah satu di antaranya adalah suara Andrea. "Ssshh, aww," ringis Vania. "Vania, kamu sudah sadar?" panggilan lembut itulah yang pertama kali menyapa Vania. Memberi Vania kekuatan untuk dapat membuka matanya. "Vania, apa rasanya sangat sakit? Kamu masih kuat bertahan, kan? Van, dengerin aku, jawab aku, kamu baik-baik saja, kan?" berondong Andrea. Air mata Vania menetes melihat keadaan sang suami yang tampak sangat mengkhawatirkan. "Maaf, Dokter Andrea, waktu kita tidak banyak. Anda harus segera membuat keputusan!" Andrea menoleh, "apa

