Enam Puluh Empat

1009 Kata

❤❤❤ Kilatan cahaya berhasil mengusik tidur lelap Vania. Dalam keadaan yang masih setengah sadar, hatinya terasa sesak luar biasa akibat mimpi buruk yang baru saja ia alami. Rasanya ia ingin cepat-cepat bangun. Jangan sampai mimpi buruk itu terus berlanjut. Perlahan, matanya terbuka. Sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. "Vania," Suara itu.... Vania mulai meneteskan air matanya. Tangan pemilik suara itu menggenggamnya erat seolah memberinya kekuatan. Tapi, di mana ia berada saat ini? Dengan sangat lemah, Vania mengangkat tangannya untuk menyentuh sebuah benda yang cukup mengganggu di hidungnya. Selang oksigen? Perasaan Vania semakin tak menentu. Semua mimpinya terasa semakin nyata. "Vania, kenapa? Apa ada yang sakit?" panik Andrea yang langsung memeriksa kondi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN