bab 15 panorama alam yang indah

1003 Kata
tok,,,,tooook,,,,, aku mencoba membuka mata yang masih terasa berat, aku melirik jam sudah jam 8, ini malam apa pagi yaaa. toook,,,,tooook,,,,, "masuk"suara aku masih parau karna baru bangun. pintu di buka dari luar ternyata rafael. "selamat pagi kee"jadi ini udah pagi. aku terpesona dengan penampilan Rafael, padahal dia hanya memakai sweater rajut berwarna abu abu tua yang di padu dengan celana berbahan katun Stretch berwarna hitam, tapi entah kenapa aku malah betah melihat dia seperti ini. "hy kee, malah bengong"aku kaget saat rafael melambai kan tangan nya di depan wajah ku. "kok di sini mas, ngapain"dia tersenyum dan duduk di pinggir tempat tidur tepat di sebelah aku yang masih berbaring. "kan saya udah bilang kemaren, kalau hari ini saya akan ngajak kamu jalan jalan"yak ampun aku lupa lagi, aku kira dia hanya asal ngomong. aku berusaha untuk duduk dan rafael membantu aku untuk itu. "tapi saya baru bangun mas"dia tersenyum dan merapikan rambut ku yang masih terlihat berantakan, karna udah sebulan aku gak keramas apa lagi nyisir rambut. "gak papa, sekarang Keenan cuci muka dulu, abis itu kita makan, siap makan Keenan minum obat dan mandi"aku tersenyum dan hanya mengangguk. "kursi roda Keenan ada di mana" "di atas sih mas" "apa Keenan mau mandi aja dulu abis itu kita makan"aku mengangguk setuju, boleh juga sih biar cepat. dia menggendong tubuh ku keluar dari kamar kak vano dan berlahan menaiki anak tangga, melihat wajahnya dari sedekat ini jantung ku rasa nya mau keluar dari tempat nya. "kamar kamu yang mana kee"aku kaget mendengar suara dia. "yang nomor dua mas"setelah di kamar aku kembali kaget dengan apa yang aku lihat, ada kresek putih sedang berisi cemilan di atas ambal dekat tempat tidur. kamar juga sudah terlihat rapi tidak ada lagi bantal yang berserakan di lantai, dan baju kotor aku mana. "kee, kamu kenapa"rafael ini benar benar bikin aku jantungan. "mas tunggu di luar ya saya mau mandi"dia tersenyum. "ya udah saya turun ke bawah yaa, saya siapin makanan dulu, abis itu saya jemput kamu lagi ke atas"aku hanya mengangguk. kerjaan siapa ini yaaa, handphone di bawah lagi. aku menyeret tubuh ku ke kamar mandi, sentuhan air dari shower membuat tubuh ku kembali rileks karna udah dua hari aku gak mandi rasa nya segar banget. setelah keluar dari kamar mandi aku berusaha mencari baju apa yang cocok untuk aku pakek, aku memilih dress putih berbahan dasar sutra, selutut dan lengan pendek, agar aku tidak gerah dan baju ini yang paling mudah aku pakek. tok,,,tok,,, "kee, apa kamu sudah siap"untung aku udah pakek baju. "udah mas masuk aja"jawab ku sedikit berteriak. pintu di buka dan aku melihat rafael masuk lalu menarik kursi roda agar mendekat ke arah ku yang masih duduk di lantai dekat lemari. rafael membantu aku naik ke atas kursi roda, dan mengarahkan nya kecermin. ya allah aku udah lama banget gak pernah ngaca ternyata sekarang aku sejelek ini. dia mulai menyisir rambut ku lalu mengepang nya mulai dari depan seperti bando dan memutar nya sampai ke belakang, aku gak nyangka ternyata selain baik rafael juga pinter. "gimana bagus gak" "bagus banget, kok mas bisa"dia hanya tersenyum. "kita turun ya"aku mengangguk. sampek bawah aku dan rafael makan dulu di meja makan. hari ini rafael membawakan nasi goreng, seperti nya kali ini dia belik soal nya kelihatan dari tampilan nya, tapi rasa nya tetap enak banget sih. siap makan aku dan rafael langsung pergi. ***** cuaca hari ini cerah banget, rafael membawa aku ke sebuah danau yang tidak jauh dari kota bandung hanya sekitaran 25 Km dari pusat kota bandung. danau ini menawarkan panorama alam yang indah. unik nya danau ini karna terdapat bagian dari wilayah yang tidak terendam air di bagian tengah tengah danau sehingga membentuk Pulau kecil di tengah danau. disini juga tersedia perahu dan sepeda air yang bisa di sewa dengan harga yang terjangkau. di sekeliling danau juga terdapat warung warung kecil untuk sekedar melepas lelah dan menikmati berbagai makanan. kita duduk di salah satu warung yang menawarkan pemandangan langsung ke danau, angin bertiup kencang melepaskan semua penat yang ada di pikiran ku selama ini. berada disini benar benar membuat pikiran aku Teresa plong dan semua beban aku terasa hilang. aku menghirup udara segar ini sebanyak mungkin rasa nya benar benar bikin rileks. "gimana kamu suka"aku menggangguk "mau makan apa"bingung juga mau makan apa. "enak nya apa"yang di tanya malah balik tanya membuat rafael tersenyum. "batagor disini kata nya enak, tapi kata nya siomay disini juga gak kalah enak. mau yang mana"aku tersenyum karna aku mau dua dua nya. "mbaaaak"mbak mbak yang di lambaikan tangan oleh rafael datang menghampiri kami. "mau pesan apa mas" "saya pesan batagor nya dua, siomay nya dua, dan minum nyaaaa"rafael melirik ke arah ku. "aku lemon tea sama air mineral nya satu"jawab ku. "tambah green tea satu dan air mineral nya satu"tambah nya lagi, setelah mencatat semua pesanan kami mbak nya pergi. gak lama setelah itu pesanan kami datang. "mau makan yang mana dulu" aku tersenyum ke arah rafael. seperti tau arti senyuman ku, rafael menyuapkan batagor ke dalam mulut ku. rasanya enak banget, seumur hidup baru kali ini aku pergi ketempat seperti ini dan menikmati makanan seenak ini. semenjak aku kenal rafael, aku selalu merasa bahagia. rafael adalah lelaki yang pekaan, dan sangat pengertian, siapa pun yang melihat rafael pasti akan jatuh cinta dengan sikap nya. sadar Keenan kamu gak boleh berharap lebih pada rafael. "kenapa kee"aku terkejut setengah mati saat Rafael mengelus lembut rambut coklat ku. aku hanya menggeleng dan tersenyum. gak terasa sudah sore, rafael mengajak aku pulang. sebelum pulang kita mampir dulu buat makan nasi goreng di pinggir jalan. karna sebelum nya aku selalu terbiasa makan di restoran jadi di ajak makan di kaki lima seperti ini rasa nya benar benar sesuatu hal yang baru buat aku, rafael selalu berhasil membuat aku bahagia meskipun dengan cara sesederhana ini. siap makan kita langsung pulang. setelah memindahkan aku ke kasur kak vano, rafael langsung pamit pulang karna jam sudah mendekati angka 9. aku berusaha memejamkan mata, gak butuh waktu lama aku langsung terlelap sangking lelah nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN