Noid 12

1221 Kata
Jimmy terbangun di pagi hari. Ia tersenyum dan saat ini berada di kamar Reya. Setelah semalam ia tak pulang ke dorm dan terpaksa menginap katena melakukan kesalahan masa muda. Dan saat ini Reya tengah berada di dapur. Sejak tadi ia memasak untuknya dan juga pria yang kini sudah menjadi bagian dari hidupnya itu. Setelah cukup menyadarkan diri pria itu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia harus segera kembali karena hari ia masih melakukan pengambilan take vokal. Setelah selesai mandi Jimmy melangkahkan kakinya ke luar. Ia mendengar Reya yang sibuk memasak. Jimmy berjalan menghampiri. Ia melangkah perlahan lalu memeluk Reya dari belakang melingkarkan tangannya ke pinggang Reya dan meletakan dagunya di ceruk leher gadis yang ia cintai itu. "Kau sudah bangun?" tanya Reya. Jimmy mengangguk, masih sambil memeluk Reya. "Kau tak lelah setelah semalam?" Wajah Reya bersemu merah sesaat. "Ekhm, duduk sana. Aku akan buat sarapan untukmu sebelum kembali ke dorm." Jimmy menuruti ucapan Reya, dan duduk di meja makan. Ia duduk seraya menopang wajahn dengan kedua tangannya sambil memperhatikan Reya. "Jangan menatap seperti itu terus Jim," ucap Reya malu. "Kenapa malu? Kamu cantik?" tanya Jimmy yang juga berupa pujian membuat pipi gadis yang tengah memasak itu semakin malu. "Ish, malu jangan menatap lagi." Jimmy mengingat kejadian semalam. Kini membuat pria itu juga menjadi malu sendiri. Ia menunduk dan tersenyum. Tentu reya juga memerhatikan tingkah Jimmy. Membuat ia gemas. Tak lama sampai Reya selesai dengan kegiatannya. Ia meletakan semua masakan yang telah selesai ke meja makan. "Ayo makan dulu, sebelum kau kembali ke dorm." *** Yunki dan Namjun masih berada di studio rekaman. Mereka masih melakukan mixing lagu untuk comeback mereka. Sejak kemarin mereka melakukan mixing dan perbaikan aransemen. Namun, sepertinya sejak kemarin Namjun sama sekali tak bisa berkonsentrasi. "Dengarkan bagianku di menit ke dua. Apa menurutmu akan lebih bagus jika ketukannya aku percepat?" Tak ada jawaban dari Namjun, membuat Yunki menoleh. "Ada apa sebenarnya? Kau sama sekali tak berkonsentrasi sejak kemarin, kau sakit?" tanya Yunki. "Semua ini karena Minji Hyeong," "Minji?" Namjun mengangguk. "ia akan melakukan shooting. Menjadi pemeran pengganti. Dan akan menjadi selingkuhan Seojin Hyeong. Yang membuatku tak bisa berpikir adalah mereka akan melakukan beberapa adegan bercciuamn." tutur Namjun yang jelas menunjukan ia kesal. Entah mengapa Yunki malah merasa lucu dengan kegelisahan Namjun. "Itu kan memang resikonya," "Ia, tapi mana bisa aku membayangkan mereka melakukan itu? Membayangkan semua sungguh membuat aku kesal sendiri." "Yaudah, kalau begitu kau bisa minta Minji untuk tak perlu jadi aktris." Namjun berdecak. "Tentu tak bisa seperti itu. Apa yang ia lakukan itu kan untuk masa depannya. Dan ia bisa memulai karir baru yang mungkin akan lebih baik untuknya. " Sungguh Namjun kali ini dalam dilema. Ia tak bisa melarang Minji. Dan ia juga tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Minji melakukan adegan itu bersama Seojin. "Kalau gitu pasrah." Lagi Yunki menjawab asal. "Hyung tolong, beri aku saran yang lebih bagus," pinta Namjun. Yunki, menatap Namjun iseng. "Gampang, kau harus menberi ciuman lebih hot daripada Seo jin Hyung," Benar-benar saran dari Yunki tak membantu sama sekali. Namjun meletakan headset nya dengan kesal kemudian berjalan keluar. Yunki malah terkekeh senang. Melihat Namjun yang sedang frustasi dan kesal sendiri. *** Hari ini hanya ada Jeon-gu, Taetae, Heosok dan duoB yang ada di dorm. Kedua gadis squizy it7 berada di kamar. Sementara ketiga laki-laki itu berada di ruang tengah menonton televisi. Tiba-tiba Bongbong berlari menghampiri Tae. "Ayag, ayah," panggilnya panik. "Ada apa?" tanya Tae khawatir. "Bonbon, panas sekali," ucapnya panik. Ketiga pria itu lalu berlari ke kamar tidur Bonbon. Terlihat Bonbon tertidur. Tae mencoba memegang kening Bonbn. Tapi panas sekali, bukan panas normal bagi manusia biasa. "Telepon Yunki Hyung Jeon-gu," pinta Tae. Jeon-gu segera menghubungi Yunki seperti yang diminta Tae. "Apa Reya perlu kita hubungi juga hyung?" tanya Tae pada Heosok. Heosok mengangguk kemudian ia sendiri yang mengirimkan pesan ke Reya. *** Sementara itu hari ini Soogi memasakkan sarapan untuk Jijji. Jijji menatap ibunya dengan sedikit takut. Ia merasa bersalah tentu saja. Harusnya ia tak menghubungi ayahnya. Tapi, ia juga ingin mendapatkan beasiswa itu. Dan bersekolah di sekolah musik terbaik. "Ibu," panggil Jijji takut. "Hmm?" Sahut Soogi sambil mulai mengambilkan Jijji sarapan. Meletakan telur dan tumis sayuran ke piring Jijji. "Maafin Jijji ya." Soogi menghela nafas lalu mengangguk. "Ibu maafin Jijji. Tapi, Jijji jangan dulu ambil beasiswa itu. Ibu mau Jijji sekolah dulu yang serius. Nanti, ibu janji Jijji akan bersekolah di sana." Jijji terdiam, banyak hal yang ia pikirkan. Darimana ibunya bisa mendapatkan uang untuk pendidikan musiknya itu? Beasiswa itu adalah satu-satunya jalan pintas untuk sekolah di sana tanpa mengeluarkan uang sama sekali. "Tapi—" "Kalau masalah uang, Jijji jangan khawatir Ibu udah siapkan semua untuk Jijji." Jijji masih ragu, ia hanya menatap Soogi dan mengangguk. "Kalau Jijji ke Amerika sekarang sama daddy. Ibu belum bisa terima. Bukannya ibu ragu sama Jijji. Jijji anak yang paling pintar, Jijji juga dewasa. Kalau, Jijji ke Amerika Jijji harus siap tinggal sama aunty Andrea. Dia istri baru Daddy." Jelas Soogi. "Istri?" tanya Jijji. Soogi mengangguk, "sekarang Ibu kasih tau Jijji." Sebelumnya Soogi tak ingin Jijji kecewa, dan memilih tak memberitahu. "Ibu bohong, daddy nggak bilang ke Jijji?" Tanya Jijji kesal. Soogi hanya menatap Jijji yang mulai menangis. "Jijji nggak percaya! Ibu jahat sama Jijji. Daddy janji nggak akan nikah lagi dan bakal balik ke Korea buat balik sama ibu." Jijji menangis tersedu, Soogi berjalan menghampiri Jijji dan memeluk anak kesayangannya itu. "Ib--bu ja--hat," "Iya, ibu jahat sama Jijji. Maafin ibu ya Nakk," ucap Soogi menenangkan. "Da--dy ja-hat--" ucap Jijji terbata karena ia menangis keras hingga sesenggukan. Soogi hanya memeluk anaknya itu dan membelai rambut panjang Jijj sambil menepuk-nepuk punggung Jijji. *** Seojin memulai shooting dengan Minji. Dalam cerita ini Minji adalah cinta pertama Jin dan Jin tak bisa melupakan Minji. Sekalipun Seojn sudah memiliki tunangan. "Actionn!" Sang sutradara memulai. Adegan dimulai saat mereka di SMU. Ini adalah adegan Flashback. Saat Seojin dan minji masih menjadi sepasang kekasih. Mereka duduk di belakang taman sekolah. pria itu tertidur dipangkuan Minji. Mereka bersenda gurau, adegan ini tak memiliki dialog hanya saja memerlukan cukup perasaan agak menjadi adegan yang baik. "Cut! Bagus! Selanjutnya, jin berikan kecupan singkat di bibir Minji ssi," Minji dan Seoin salin bertatapan. "Tapi itu kan taka ada di naskah?" Tanya Seojin. "Iya ini adegan tambahan." Seojin mendengus kesal, "sepertinya aku akan dibunuh Namjun kalau pulang nanti," keluh Seojin "Apa nggak bisa cium pipi aja?" Tanya Minji. Sutradara menggeleng, "kalian kekasih mana bisa hanya cium pipi." *** Reya dan Jimmy berlari memasuki dorm BTS. Mereka berpapasan dengan Yoongi yang juga baru tiba di sana. "Hyung," sapa Jimin. Reya menatap ke arah Yunki sesaat. Mereka kemudian berjalan bersama ke lift. Lift ini kosong jadi hanya mereka bertiga. Reya dan Jimmy sesekali melirik dan tersenyum. Yunki merasakan aura aneh dari mereka. "Kalian," ucap Yunki sambil menunjuk Reya dan Jimmy. "Apa yang terjadi dengan kalian?" "Hem? Maksud Hyung apa?" tanya Jimmy yang merasa tidak enak. "Aish, lupakan." Ucap Yunki. Pintu lift terbuka Yunki berjalan lebih dahulu meninggalkan Jimmy dan Reya. "Apa kamu nanti bakal ngomong ke Yunki Hyung?" tanya Jimmy. Reya menggenggam tangan Jimmy., Menatap Jimmy kemudian mengangguk. "Atau aku yang ngomong?" Jimmy menawarkan diri. "Aku akan bicara dengan Yunki. aku takut hubungan kalian semakin menjadi canggung nanti." Reya sudah menceritakan jika Yunki menyatakan perasaannya. Namun Reya tak memberi tahu tentang ciummnan itu tentu saja. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN