Noid 44

1009 Kata
Saat ini di dorm semua tengah beristirahat. Hari sudah cukup siang dan ke enam member benar-benar beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka. Tak banyak yang membuat rencana bepergian kecuali Tae tadi yang memang rutin mengunjungi Soogi. Ia hanya absen saat ada jadwal dan di hari lain pria itu pasti datang berkunjung ke rumah Soogi. Pagi menjelang siang hari ini duoB telah membuat sarapan, mereka sarapan terlebih dahulu dan membiarkan yang lain terlelap dalam tidurnya. Saat ini keduanya tengah menyaksikan televisi. Saat itu Jimmy berjalan ke luar dari kamar mandi. "Udah masak?" tanya Jimmy dijawab anggukan oleh Bongbong. "Thank you," ucap Jimmy ia lalu berjalan menuju ruang makan untuk menikmati santapan paginya. Tak lama Heosok juga ke luar ia segera melangkah untuk segera membersihkan tubuhnya sebelum akan kembali tidur. Setelahnya Yunki yang terbangun ia terlihat sudah lebih segar dibandingkan yang lain. Yunki berjalan ke ruang tengah ia lalu menemani Bongbong dan Bonbon menonton televisi, sementara ia sibuk dengan ponsel miliknya. Yunki melihat jam di ponsel, ia heran karena hari ini Reya belum datang. "Reya belum ke sini Bon? "Belum appa, eonni belum dateng mungkin siangan nanti dateng," jawab Bonbon masih fokus dengan tayangan yang tersaji di televisi. Sementara itu Jimmy jelas mendengar apa yang ditanyakan Yunki. Pria dengan tatapan mata sayu itu sempat menghentikan santap paginya sebelum kembali menyantap nasi goreng kimchi buatan si kembar. Yunki kembali ikut menyaksikan televisi bersama si kembar. Sesekali keduanya bertanya pada Yunki mengenai tontonan yang mereka lihat. Kali ini mereka menyaksikan tayangan yang menjelaskan tentang dinosaurus. Dan hal itu membuat keduanya cukup kagum dan penasaran. "Gimana kalau kita minta Ayah Profesor bikin hewan itu?" tanya Bongbong. Mendengar apa yang dikatakan Bongbong membuat si pucat tertawa terkekeh. "Jangan Bong dinosaurus itu besar banget lho." "Hah? sebesar apa?" tanya Bongbong lagi. "Hmm, entah mungkin setengah dari gedung ini tingginya," jawab YUnki asal. Ia juga tak bisa menjelaskan tentang detail pada keduanya. Saat itu Soogi, Jijji dan ter berjalan masuk keduanya terlhat cemas. Jijji berjalan menghampiri si kembar terlihat ia menangis. jijji tak mengatakan apapun ia hanya menyentuh Bonbon dan Bongbong Kini ketiganya menangis. Tentu saja ini membuat Yunki penasaran. "Kenapa?" tanya si pucat. "Reya ke sini enggak?" tanya Soogi. Sementara kini Tae menatap pada Jimmy yang kini menundukkan kepalanya dan sibuk dengan santapan paginya. "Nanti juga dateng, mungkin dia ke kafe dulu." Yunki menjawab ia mencoba menenangkan Soogi dan Tae. "Nomer teleponnya enggak terdaftar," kata Soogi lagi. Tentu saja apa yang dikatakan Soogi membuat Yunki terkejut. "Apa? Enggak terdaftar? Non aktif?" Yunki coba meyakinkan dirinya. "Enggak terdaftar, aku sama Tae udah coba menghubungi." Soogi menjawab lagi. Mendengar itu, Jimmy segera berlari ke kamarnya untuk segera mengambil ponsel. Sementara Yunki kini yang mencoba menghubungi Reya dan jawaban yang ia dapatkan sama dengan apa yang dikatakan oleh Soogi. Kalau nomer yang ia hubungi itu tak terdaftar. Dulu Reya juga menghilang , hanya saja gadis itu tak sampai menonaktifkan ponselnya. Ia hanya tak membalas pesan saja. Lalu jika kali ini ia pergi dengan memutuskan komunikasi, jelas masalah yang dialami gadis itu leih membuat ia merasa tertekan. Mendengar keributan membuat Heosok yang baru saja selesai mandi juga bergabung di sana. Saat yang samma Jimmy juga ke luar darii dalam kamarnya. "Bon, kemarin siang Reya ke sini kan?" Tanya Yunki. Bonbon mengangguk masih sambil menangis bersama Jijji dan Bongbong. DuoB telah mendapatkan informasi dari Jijji saat gadis itu dengan sengaja menyentuh si kembar. "Mungkin beli hape baru Hyung," ucap Heosok. "Itu nomer hape udah lama banget. Sejak dia masih trainee di B home, Nggak mungkin dia beli hape ganti nomer baru nomor itu selalu dia pakai. Pasti ada sesuatu," ujar Yunki yang jelas sekali sudah mengenal Reya, tak mungkin gadis itu pergi jika tak ada sesuatu. Kini Namjun yang ke luar kamat bersama Jeon-gu keduanya terlihat barru saja bangun tidur. "Kenapa?" tanya Namjun. "Reya enggak bisa di hubungi." Heosok menjawab. "Mungkin ke rumah orang tuanya?" tanya Jeon-Gu. Yunki menatap ke arah Jeon-gu. "Reya cuma tinggal sama neneknya dan beliau udah meninggal dua tahun yang lalu. Reya udah enggak ada sanak saudara," Yunki mengingatkan. Jeon menepuk keningnya, ia tau hanya saja lupa akibat kesadarannya yang belum kembali sepenuhnya. Jimmy kemudian bergerak ke belakang Namjun untuk mengambil sweater miliknya. "Mau ke mana kamu Jim?" Tanya Namjun. "Nyari Reya ke kafe," jawabnya. "Kita udah k sana Reya nggak ada di sana. Sekarang malah, kafe dipegang sama Ahreum dan Yuna," Tae menjawab dengan nada yang dingin dan penuh penekan. Tentu saja jawaban Tae barusan membuat semua menatap keduanya bergantian. Jelas ada sesuatu yang mereka berdua sembunyikan. Mendengar jawaban Tae membuat Jimmy semakin gusar. Ia menyandarkan tubuhnya ppada tembok. "Kamu tauu sesuatu Tae?" tanya Soogi. Tae tak menjawab pertanyaan Soogi ia masih menatap Jimmy penuh amarah. "Jangan-jangan reya dengar kata kata kamu malam itu? Atau kamu memang minta dia buat pergi?" Jimmy menatap Tae ia tak kalah kesalnya dengan apa yang dikatakan Tae. "Aku enggak segila itu buat usir reya TAe!" TAe tertawa sinis, dan ini di tangkap oleh Yunki yang kini menyimpulkan jika kedua orang itu tau sesuatu. dan kemungkinan besar hal yang menyebabkan reya kali ini pergi lagi adalah Jimmy. "Kamu ngomong apa Jim?" Tanya Yunki. "Ada apa sih ini sebenarnya?" Tanya Heosok yang benar-benar tak mengerti apa yang terjadi selain reya menghilang. "Nggak mungkin," ucap Jimmy yang yakin bahwa apa yang dikatakan Tae jelas tak mungkin Soogi coba mengingat apa yang terjadi dan sejak kapa kedua member itu mulai saling tak akur. Biasanya Tae selalu membicarakan Jimy atau ingin membawakan Jimmy sesuatu. belakangan Tae memang sama sekali tak membahas tentang Jimmy. Soogi ingat, malam di mana Tae datang dini hari. "ini waktu kamu terakhir nginep itu ya? Kalian berantem?" tanya Soogi. "Tanya aja sama si malaikat yang sekarang belajar jadi b******n itu." Ucap Tae kemudian mengajak Soogi duduk di meja makan. "Sarapan sini," Tae segera menarik tangan Soogi untuk ikut duduk di sampingnya. "Aku mau anak aku sehat nantinya." "Apa?!!!!" Pekik Heosok, Jeongu, dan Namjun bersamaan. Sementara Yumki tak memerhatikan apa yang terjadi di hadapannya. Ia sibuk memikirkan kemungkinan yang terjadi. Ia melirik ke arah duoB yang terlihat cemas dan masih menangis bersama Jijjii.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN