Love 45

1232 Kata
Malam hari Yunki duduk di kamarnya sejak tadi tak banyak yang ia katakan. Mendengar berita bahwa area kembali pergi membuat ia kembali merasa sedih dan kehilangan. Apalagi ini adalah kedua kalinya Gadis itu memilih pergi dan menghindari masalah. Kali ini yunti benar-benar ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan Reya. Maka sepertinya ia akan melakukan hal yang sebelumnya juga ia lakukan untuk mengetahui keberadaan gadis itu. Pria itu kemudian mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang. "Tuan Yunki apa kabar?" Tanya sebuah suara dari balik telepon. Pria itu adalah Tuan Choi detektif yang sebelumnya juga dimintai tolong oleh YunKi untuk mencari keberadaan Reya. Meskipun Gadis itu dulu sama sekali tak menerima panggilan ataupun membalas pesan. Yunki mengetahui pasti di mana tempat ia tinggal. Dan kali ini mungkin saja Gadis itu tidak kembali ke tempat lamanya jadi dia memilih untuk kembali menghubungi detektif kepercayaannya. "Tuan Choi, saya ingin minta tolong lagi. Hal yang sama seperti sebelumnya." Yunki menjelaskan. "Nona Reya?" Tanya Tuan Choi. "Iya, mungkin dia kembali ke tempat lamanya di Busan. Bisa anda mencaritahu? Karena saya masih ada beberapa jadwal yang masih dikerjakan. Jika dia enggak kembali ke sana bisa tolong untuk mencari tahu di mana ia sekarang?" "Baik, saya akan mencari tau di mana nona Reya." "Terima kasih, tolong hubungi saya setelah anda tau kabarnya." "Baik," sahut Tuan Choi. Setelah menghubungi Tuan Choi, Yunki berjalan keluar menuju kamar Tae. Di sana ia melihat pria bersuara berat itu tengah duduk dan bermain dengan ponsel miliknya sepertinya ia sedang asyik berkirim pesan dengan kekasihnya. Yunki berjalan menghampiri lalu duduk di samping Tae. "Sebenarnya ada masalah apa sampai kamu dan Jimmy berantem?" Tanya Yunki. Tae menoleh, lalu mengalah nafas, setelahnya ia menata pada Yunki yang duduk di sampingnya. "Bukannya aku nggak mau ngomong Hyung, tapi aku takut kalau aku kasih tahu kalian akan berantem. Apalagi sekarang kita masih sibuk sama come back. Aku mau BTL tetap utuh dan akur sampai selama-lamanya, sampai kita tua nanti. Biar masalah ini aku simpan sendiri sampai waktunya tepat aku akan kasih tahu kamu." Yunki Hela napas, Iya tahu tentu saja apa yang dikatakan Tae itu benar. Dia ingin membuat hubungan para member tetap harmonis meski saat ini situasinya sedang tak merasa nyaman satu sama lain. Apalagi Jimmy yang jelas merasa bersalah dan terpukul. "Aku cuma mau tau aja," ucap Yunki masih sedikit memaksa. "Tapi kalau kamu nggak mau kasih tahu ya udah,"lanjutnya. "Aku harap kamu bisa ngerti maksud aku melarang kamu untuk tahu hal ini Hyung," kata Tae yang sebenarnya merasa tak enak juga karena tak bisa memberitahukan apa yang terjadi kepada Yunki. "Hmm aku ngerti," ucap Yunki ia berdiri, menepuk bahu Tae kemudian berjalan ke luar kamar. Ia kembali ke kamarnya. Yunki berjalan keluar dari kamar teh ia bertemu dengan Jimmy yang tengah duduk di ruang tengah. Jimmy sibuk dengan ponsel di tangannya sejak tadi ia berusaha menghubungi kekasihnya meski ia tahu dengan jelas bahwa ponsel yang ia hubungi sudah tak aktif lagi nomornya. Langkah Yunki terhenti. "nggak usah bikin alibi seolah-olah kamu benar-benar ingin Reya kembali. Kamu tahu dengan jelas kalau nomor itu sudah nggak aktif, emangnya cuman hal itu yang bisa kamu lakukan buat cari tahu di mana keberadaan perempuan yang kamu bilang benar-benar kamu sayangi itu?" "Hyung, aku nggak pernah bohong kalau aku sayang sama Reya. Dan saat ini aku bener-bener nggak tahu apa yang bisa aku lakukan untuk buat dia balik ke sini sementara aku sama sekali nggak bisa hubungi dia." Jawab Jimmy. Yunki mendengkur, Iya kemudian memilih kembali ke kamarnya dibandingkan harus merasa kesal dan marah, akibat apa yang dilakukan Jimmy atau memikirkan apa yang dikatakan Jimmy pada Reya. Sehingga menyebabkan gadis itu memilih untuk pergi. *** Pagi-pagi sekali Tae sudah berada di kantor Bhome. Semalam ia sudah berbicara dengan direktur Kim bahwa akan menemuinya pagi ini. Dan kini pria dengan senyum otak itu sudah berada di ruangan direktur tengah duduk di kursi yang berseberangan dengan kursi utama. Tae duduk menunggu dengan memainkan kursi Ia berputar-putar di kursi itu sambil sibuk bermain ponsel di tangannya. Hal itu ia lakukan lantaran merasa bosan karena cukup lama menunggu dan direktur Kim belum juga masuk ke dalam ruangannya. Setelah menunggu cukup lama sang direktur berjalan masuk kemudian ia Tae, keduanya berjabat tangan, lalu direktur duduk di kursi utama, ia Lalu menatap pada pria yang kini menunjukkan senyum kotak yang menjadi ciri khasnya. "Ada apa nih Kamu mau ketemu saya pagi-pagi begini?" tanya direktur Kim. "Hyung kamu pasti sudah tahu gosip yang beredar belakangan tentang aku yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan? Betul?" Tanya Tae. Pertanyaan yang diajukan oleh Tae mendapatkan jawaban yang berupa anggukan dari sang direktur. Tentu saja berita itu gencar beredar di sosial media apalagi beberapa foto yang menunjukkan Tae bersama Soogi dan Jijji. Meski wajah yang beredar di media sosial disamarkan namun direktur Kim jelas mendapatkan foto aslinya Bukan hanya mendapatkan foto asli tapi yang direktur juga mendapatkan ancaman dari beberapa wartawan yang sering mengungkapkan tentang berita kencan seorang Idol. Tentu saja sebenarnya direktur ingin memanggil Tae untuk mengklarifikasi masalah yang beredar. Hanya saja ia ingin menunda karena mengingat para member BTL sedang sibuk dengan jadwal promo comeback mereka yang saat ini telah berakhir. "Ya, tentu aja aku tahu masalah itu. Dan Sebenarnya Hari ini, aku berniat memanggil kamu untuk datang besok dan mengklarifikasi apakah itu benar?'' tanya sang direktur. "Itu benar," jawab Tae singkat. Jawaban dari periode hadapannya itu membuat sang direktur terdiam sebentar. Jelas direktur Kim terkejut karena Ia berpikir bahwa wanita itu adalah sepupu dari Tae. "Dan aku sengaja ke sini pagi-pagi sekali untuk memberitahu kepada anda bahwa, Aku ingin mengkonfirmasi tentang hubungan kami berdua dan ingin memberitahu semua bahwa aku akan menikahi perempuan itu. Karena saat ini ia tengah mengandung. Pernikahan kami nggak bisa ditunda lagi karena semakin lama perut kekasihku akan membesar dan akan semakin sulit jika terus ditunda." Jelas Tae. Sebenarnya tak ada yang salah apalagi dilihat dari usia Tae yang yang sudah cukup matang. Yang jadi masalah adalah bahwa ia adalah member boyband BTL yang sangat ini digandrungi di seluruh dunia. Yang ditakutkan direktur kim adalah tanggapan buruk dari para penggemar yang akan membuat Tae dan member lain merasa tertekan. Karena pasti akan ada pro kontra setelah berita ini tersebar. "Sebenarnya ini nggak masalah jika melihat kematangan usia kalian. Aku coba meyakinkan Lagi apa kamu benar-benar mau mengakui hubungan kalian berdua? Ya maksudku bisa aja kalian nikah dulu tanpa harus menggembar-gemborkan berita ini." Direktur Ki mencoba memberikan jalan keluar lain. Tae menggelengkan kepalanya ia sudah yakin dengan keputusannya. Ia tak ingin menunda apalagi menyembunyikan hal baik ini. Tae merasa yakin kalau para penggemar bisa menerima dan memahami tentang dirinya dan juga keputusannya. "Kalau ditunda pasti akan sama aja, bukan hal yang nggak mungkin kalau para wartawan bisa mengendus itu semua. Dan yang terjadi malah aku bisa dapat cap jelek. Bukan cuman aku tapi juga para member lain. Jadi lebih baik kita beritahu info terbuka saja, supaya nggak ada rahasia yang mungkin akan lebih buruk lagi efeknya untuk karir BTL ke depan. Lagi pula aku yakin para penggemar udah cukup dewasa untuk memahami ini semua. Mereka sudah tahu kalau kami nggak lagi muda, dan ini adalah waktunya untuk kami menikah dan membina rumah tangga." Tae menjawab diplomatis. "Baik Kalau itu memang keputusan kamu. Aku akan menghargai itu dan kamu sendiri yang akan menanggung resikonya nanti. Tapi jangan khawatir Bhome akan tetap melindungi privasi dan juga kepentingan kalian seperti biasanya." "Terima kasih Hyung." Ucap Tae
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN