Lotta tersenyum manis melihat ekspresi Kemal yang geram ke dia, tapi ditahan. Ada rasa puas membuat sang suami geram sehingga semakin menunjukan sifat asli suaminya itu yang benalu dan ular licik. “Oke, oke-“ Kemal bersuara lagi sambil menghela napas, “Sekarang-“ ditatap istrinya, mengalah lagi, “Apa password baru semua kunci rumahmu itu? Aku mau istirahat.” “Ooo!” Lotta berseru huruf O, “Baiknya, Kamu istirahat di rumah orangtuamu ya.” Kemal tercengang, “Maksud Kamu apa?” “Rumah itu sedang kutawarkan, karena mau kujual.” Kedua mata Kemal terbelalak, “Apa katamu?” “Rumah itu mau kujual.” “Kamu gila apa? Kamu mau jual rumah itu? Untuk apa?” “Untuk apanya tidak perlu Kamu tahu ya.” “Ngga bisa, Lotta. Kamu tidak bisa menjual rumah itu.” “Kenapa? Itu rumahku, mau kujual atau kurenova

