Marcell, Muhlis, Wahyu, Dino dan Aurell masih berada di ruangan. Masih mencari nama baru untuk bisnis barunya yang akan di buka di berbagai cabang itu. "Asli deh, kalau kita ngedadak gini mikirnya gak bisa se universal itu sih. Gimana kalau nanti aja kita mikirnya?" ujar Wahyu menatapi semuanya dengan tatapan bodoh sembari tersenyum Dino segera memukul kepala Wahyu pelan "Anjir lo, mikirnya sekarang dong! kebiasaan suka di nanti nanti" ujar Dino kesal "Ish lagian situasi kayak gini mana ada mikir ngedadak anjir, apa lagi kita posisi lagi di rumah sakit kan" ujar Wahyu dengan tatapan kesal pada Dino Aurell mengangguk "Ya bener juga sih kata kak Wahyu, lagian Bima masih sakit juga" ujarnya lalu menatapi Marcell dengan tatapan sendu "Hmh ya udah kita besok aja omongin hal ini ya, jujur s

