Bangkit

1572 Kata

Muhlis, Wahyu dan bersama ke dua orang polisi kini berada di dalam sebuah mobil yang sama. Mereka hendak menuju ke sebuah tempat, awalnya memang Wahyu ingin menyerahkan semuanya saja ke polisi tapi polisi meminta pada mereka untuk membantunya. Tanpa berpikir lagi Wahyu mengiyakan ajakan polisi itu. "Ke arah kiri" ujar Wahyu dengan raut wajah datar menatapi arah jalanan yang mereka lewati Muhlis di sampingnya merasa Wahyu sedang tidak baik baik saja, namun Wahyu tetap melakukannya. Wahyu tahu betul di mana persisnya basecamp tempat ayahnya berkumpul di dekat area tadi. "Sekalipun gue di bilang anak durhaka, gak papa! asalkan orang yang selama ini udah begitu baik dan tulusnya membantu perekonomian gue, dia harus mendapatkan keadilan" gerutu Wahyu dalam hatinya Muhlis pun membuang wajahn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN