Sebenarnya...

1957 Kata

Wahyu relfeks menatapi Muhlis dan terlihat penuh tekanan saat menatapnya "Sialan sih, pawang gue kok berwujud manusia dengan tampang yang paling banyak di sakiti" gerutu Wahyu "g****k! apaan sih lu anjir" teriak Muhlis kesal dan memukulnya dengan bantal setelan sofa itu Wahyu perlahan menjauh dari serangan bantalnya Muhlis "Anjir lo yang apa apaan kok nyerang gue bambang, lo kesindir apa ya" tawa Wahyu lantang "Bukan ke sindir bangke! toh lo ngomong jelas jelas ke gue" teriak Muhlis semakin keras Marcell menatapi mereka berdua datar lalu membuang nafasnya berat "Hahh, mulai deh mulai" gerutunya dengan suara pelan "Udah lah biarin aja, asal gak saling membunuh aja kan Cell haha" ujar Narendra tersenyum Marcell, Aurell, Nancy dan Narendra pun tersenyum "Anjir iya" jawab Marcell tertawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN