Jessen lalu memegangi pipi Jean dengan kasarnya, membuat ke dua pelayan itu terkejut dan semakin ketakutan. Bagaimana pun Jean adalah tuan mereka dan kedatangan Jessen yang tiba tiba mengalihkan semuanya membuat mereka terpaksa tunduk pada Jessen. "Cepat tanda tangani? atau, usia anda tuan Jean! berakhir sampai hari ini" tegas Jessen lagi Lagi lagi dia mengancamnya dengan ancaman yang sama, kepala Jessen telah di penuhi oleh balas dendam. Tanpa tak sedetikpun dia mengingat bagaimana hubungan dia dan ayahnya dulu. "Ka-kamu keterlaluan Jessen. I-ini a-ayah kamu" gelagap Jean terlihat meneteskan air matanya Ia membuang wajah sembari sedikit tersenyum, lalu Jessen berdiri dan kembali menatapi Jean dengan sinis. "Apa anda bilang? ayah?" lirihnya pelan dengan penuh tekanan "Ayah mana yang te

