"Ambil lah, kamu pantas mendapatkannya. Tapi harus kamu ingat lagi. gunakan dengan sebaik baiknya" jelas perwira Barra menatapinya serius Ia masih tidak percaya menatapi perwira Barra yang menatapinya serius itu "Iya pak saya akan menggunakannya jika memang harus" angguk Marcell lalu tersenyum "Bagus, sebuah kehormatan bagi saya juga bisa bertemu dengan pemuda hebat seperti kamu. Saya pernah mendengar bahwa dulu kamu mendaftar untuk ketentaraan tapi Jessen napi itu dia menghancurkan segalanya kan?" ujarnya lagi menatapi Marcell dalam Marcell terdiam, sementara teman temannya yang lain hanya menatapinya canggung. Nampaknya mereka tak ingin siapapun membahas lagi cerita yang akan membuat Marcell kembali terpuruk. Aurell mendekat ke arah ke duanya untuk menengahi, ia menghela nafas lalu m

