Epilog

2158 Kata

Seorang gadis tampak menggeret kopernya, ia berjalan keluar bandara menunggu jemputan yang sebentar lagi akan datang. Teriknya matahari tak membuatnya patah semangat untuk pulang ke kota kelahirannya. Sesekali gadis ayu tersebut mengelap keringat yang mengucur di dahinya, melelahkan memang setelah perjalanan yang ia tempuh selama hampir tiga belas jam, terbayar dengan kembalinya ia ke negara tercinta dalam kondisi selamat. Selama berada di negara impiannya itu yang berjarak kurang lebih 11.004 km dari negaranya, gadis tersebut memendam rasa rindu dengan kedua orang tuanya dan juga sahabat-sahabatnya yang berada di Indonesia. Ia membuka kacamata hitam yang sejak tadi gadis tersebut gunakan. Rambut hitam panjangnya tampak terawat, menunjang penampilan gadis itu yang semakin menawan. Tujuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN