Gara terkejut saat melihat Tania sudah tak sadarkan diri. Laki-laki itu langsung mengangkat tubuh Tania dan membawa gadis tersebut ke rumah sakit terdekat. Ia sedikit lega saat Tania sudah ditangani oleh dokter, kakinya masih saja lemas. Entah bagaimana keadaan Tania kalau laki-laki itu telat membawanya ke rumah sakit. Perasaan bersalah Gara semakin menjadi-jadi, ia merasa gagal menjaga Tania. Laki-laki itu terus merapalkan doa agar gadis yang kini berada di ruang gawat darurat bisa terselamatkan. "Sial!" umpatnya kesal, ia benar-benar khawatir dengan keadaan Tania. Dokter belum juga keluar dari ruangan tersebut, membuat Gara semakin memikirkan hal yang tidak-tidak. "Tan kamu kuat!" rancaunya. "Aku percaya kamu kuat!" "Kamu nggak boleh ninggalin aku!" rancau Gara. *** Sedangkan Di

