Pov Liana "Li ... Liana ...!" Entah yang ke berapa kalinya Ibu memanggilku hari ini. "Sial! Nggak bisa orang santai sedikit," gerutuku. Dengan langkah berat aku kembali ke kamar Ibu mertuaku. Aku mendongakkan wajahku dari balik pintu kamar. Aroma tidak sedap menyeruak dari dalam kamar ini. "Ooeeekkh! Ibu buang air lagi ya? Bau banget ih!" bentakku. Wanita tua yang sudah keriput itu mengangguk lemah. Nampak matanya berkaca-kaca. Dengan terpaksa, lagi-lagi aku harus membersihkan kotoran ibu yang membuat isi perutku ingin keluar. Dengan susah payah aku membawa Ibu ke kamar mandi dengan kursi rodanya. Walau ibu selalu pakai diaper, tapi wanita tua bangka ini maunya tetap ke kamar mandi. Katanya tidak bersih kalau dibersihkan di tempat tidur saja. "Liana, tidak bisakah kamu sedikit

