Bab 20. Debaran Tak Biasa

1162 Kata

"Hai Clarissa! Keponakan uncle Ivan makin cantik aja. Bagaimana sekolahmu?" Ivan menyambut Clarisa hangat. "Baik, Uncle." sahut Clarisssa seraya memeluk Ivan. Ivan mencium kedua pipi chubby Clarissa. "Hai, Om Dewa." Ternyata Clarisa juga menyapa Mas Dewa. Namun Mas Dewa hanya tersenyum sekilas pada gadis berkulit putih itu. Pandangan Ivan beralih padaku. "Ra ..., kenapa sih kamu selalu tampil mempesona?" Lagi-lagi Ivan menggodaku. "Jangan mulai, Van. Malu sama Clarissa!" sanggahku dengan mata melotot pada sahabatku yang kali ini penampilannya nggak kalah tampan dari kakaknya. "Aku serius. Tapi Sayang, sudah bersuami." "Uhuk ... uhuk ...!" Mas Dewa tiba-tiba terbatuk-batuk. Ivan memang juga tidak tahu kalau Mas Dewa adalah suamiku. Sejak aku berhenti bekerja di perusahaan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN