Makan siang kiriman dari Devan telah habis kusantap. Pria itu selalu saja membuatku tersanjung dan senyum-senyum sendiri. Sikapnya yang selalu manis nyaris membuatku berpikir yang seharusnya tidak pantas aku pikirkan. Astaga! Apakah Devan sudah memiliki istri? Bagaimanapun juga, aku nggak mau sikap Devan padaku sampai mengganggu rumah tangga mereka. Aku tak ingin ada salah paham hingga menyakiti hati istrinya kelak. Aku sangat mengerti seperti apa rasanya. Aku harus memastikan apakah Devan sudah menikah atau belum. Waktu menunjukkan pukul setengah satu siang. Sebaiknya aku bersiap-siap untuk turun ke lobby. Jangan sampai Devan menunggu lebih lama. "Frans, bareng!" Aku mempercepat langkahku saat Frans juga akan masuk ke dalam lift. Aku memang sengaja menghindar dari Mas Dewa. Tak in

