Jenna kembali ke kamarnya dengan perasaan campur aduk. Kesal karena rencananya untuk membuat Dalton marah gagal total, marah karena ia tidak memiliki ide apa pun, malu karena ia menyukai hidangan dari rusa itu padahal ia sudah bersumpah tidak akan memakannya dan juga merasa rapuh. Ia duduk di sofa, mengusap bekas ciuman Dalton di lehernya. Ketika duduk tidak membuatnya merasa tenang, ia lantas berdiri. Ia berjalan mondar-mandir di kamar itu seperti macan yang dikurung, bergerak seperti setrika yang nyaris membuat Jenna putus asa. "Aku benar-benar tidak tahu harus apa," batinnya gelisah. Karena selama ini, meskipun terjerat hutang budi pada keluarga Gladwine. Sejak usianya beranjak dewasa. Jenna selalu menjadi orang yang mengatur hidupnya sendiri. Ia selalu mencoba mendapatkan a

