Ayam Kampus

1255 Kata
Fellysia yang sangat senang menampilkan senyuman lebarnya dan menampakkan kedua gigi depannya yang baru saja tumbuh. Ia mengangkat kedua tangannya yang mau meraih pundak Ziva. Ziva yang merasa senang melihat Fellysia yang tertawa di depannya juga sedih melihat air mata Fellysia yang membasahi pipinya. Ia mengelap air mata yang ada di pipi Fellysia. Sebelum Meliana bertanya, dosen sudah dulu masuk. Meliana pun keluar dari kelas Ziva. Ziva mendudukkan Fellysia di pangkuannya. Fellysia yang sangat senang bersama Ziva pun memukul-mukul meja dan tertawa yang mengeluarkan suara melengking. Dosen pun sadar sama kehadiran Fellysia. "Kenapa ada anak bayi di kelas kita?" ucap dosen mereka. "Maaf bu... Saya terpaksa membawa adik saya karena nggak ada yang ngejaganya dirumah." ucap Ziva kepada dosen yang berdiri di depan kelas. "Sepertinya adik kamu sangat senang. Tapi itu bisa mengganggu teman kamu yang belajar Ziva. Kamu saya beri izin hari ini untuk menjaga adik kamu. Untuk pelajaran hari ini kamu nanti minta ke teman kamu ya " ucap dosen. "Baik bu.." ucap Ziva sambil menyusun bukunya ke dalam tas. Ia dan Fellysia pun keluar dari kelas itu. Abian pun mengangkat tangannya. "Saya juga mau izin hari ini bu." ucap Abian lalu menurunkan tangannya. "Aku tunggu di kantin. Kamu jangan ikutan izin. Nanti aku mau lihat catatan siapa. Kamu tetap dikelas aja, dengeri baik-baik." Ziva mengirim pesan kepada Abian. Setelah dosen memberi izin, handphone Abian bergetar. Ia pun mengeceknya ternyata itu pesan dari Ziva. "Abian.. kamu cepat keluar. Pelajaran mau saya mulai." ucap dosen. Abian pun keluar dari ruang kelas. Menghampiri Ziva ke kantin. "Kamu kok ada disini. Aku bilangkan tetap di kelas! Kamu tahu kan anak kelas pada nggak suka sama aku. Aku mau lihat catatan siapa kalo bukan catatan kamu." ucap kesal Ziva. "Jangan merepet dulu. Aku cuma mau ngantar kunci mobil dan s**u Zi---Fellysia. Baju sama pempers Fellysia ada di dalam mobil." ucap Abian yang anti dengan kata s**u. Ziva yang kesal di tambah makin kesal karena Abian salah menyebutkan nama. Setelah Abian meletakkan kunci mobil dan s**u Fellysia, ia pun kembali ke kelas. Tok tok.. "Maaf bu.. Saya nggak jadi izin buk." ucap Abian kepada dosennya. "Baguslah kalau begitu. Saya juga belum mulai. Kamu duduk dan perhatikan pelajaran ini baik-baik ya." ucap dosen. Sementara itu Ziva dan Fellysia yang sedang berada di kantin menjadi pusat perhatian anak kampus yang ada disana. Ziva orang yang cuek dan nggak pedulian itu asik bercanda dengan Fellysia. "Fellysia nggak di mandikan sama abang ya? Fellysia bauk..!" ucap Ziva sambil mencium-cium Fellysia dan itu malah membuat Fellysia tertawa. "Fellysia mandi yuk.. tapi kita ambil baju dulu di mobil.." ucap Fellysia. Sampainya di parkiran, Ziva membuka pintu mobil Abian. Mengambil tas berukuran sedang berwarna hitam yang ada kursi belakang. Setelah itu mereka ke kamar mandi kampus. Sepanjang perjalanan Ziva di lihati anak-anak kampus. "Cih.. diam-diam ngerih juga. Ngedeketi laki-laki sampai segitunya." ucap salah satu cewek yang sedang ada di kamar mandi yang sama dengan Ziva. Cewek itu bicara langsung di depan Ziva. Tapi Ziva tak memperdulikan ucapan mereka. Walaupun introvert, Ziva punya beberapa informasi tentang anak-anak kampus. Dari siapa lagi kalau bukan dari Meliana yang dekat ke semua anak yang ada di kampus. Informasi yang paling banyak Ziva dapatkan itu tentang cewek yang sedang ada di dalam satu ruangan dengannya ini. Namanya Laura Kiehl, kakak tingkat Ziva yang sejurusan dengannya. Dari semester pertama, Laura sudah mengejar-ngejar Abian. Tapi kalian tahukan kalau Abian itu sukanya sama Ziva. Geng Laura itu terkenal tentang cara mereka membully anak-anak kampus yang mereka tidak sukai. "Gimana nih? Sikat?" ucap salah satu temannya. "Jangan dulu deh. Ada adik iparku. Kita habisinya nanti aja." ucap Laura dengan tawa liciknya sambil jalan keluar kamar mandi. Dasar ayam kampus. Sendirinya ju*l m*ki buat gaya yang hedon. Ziva pun meletakkan Fellysia di atas kloset yang tertutup. Tapi Fellysia menangis karena sedang haus. "Sabar yaa.. kakak buatkan s**u dulu.." ucap Ziva pelan. Tangisan Fellysia semakin menjadi. Ia meraih payudar* Ziva yang tertutup dengan baju oversize yang dikenakan Ziva. "Kamu mau lagi? Ini nggak ada susunya tahu..." lagi ucap Ziva pelan. Susu formulanya pun sudah selesai di buat, tapi masih panas dan harus menunggu susunya hangat untuk di konsumsi Fellysia. "Sabar ya.. susunya masih panas.. yang ini nggak ada susunya Fellysia.." ucap Ziva sambil menghembusi s**u panas itu. Fellysia terus menangis dan mencoba menggapai payuda*a Ziva. Ziva yang tak tega melihatnya langsung memindahkan posisi Fellysia ke pangkuannya. Menarik bajunya ke atas dan mengeluarkan payudar*nya itu. Tentu saja Fellysia langsung diam dan mengenyut cepat put*ing Ziva. Kasihan.. bayi yang seharusnya dapat kasih sayang kedua orang tuanya dan mendapatkan asi yang bagus malah jauh dari orang tuanya. Mata Ziva berkaca-kaca melihat Fellysia yang begitu bersemangat menyusu di payuda*anya yang tidak ada asinya itu. Tak lama air susunya sudah tidak panas lagi, Ziva pun langsung memberikannya kepada Fellysia. Setelah air susunya habis di minum Fellysia, Ziva memandikan Fellysia dikamar mandi itu. Selesai mandi, Ziva pun memakaikan baju yang cantik dan menyisir rambut Fellysia dengan rapi. Akhirnya Fellysia terlihat lebih segar dari sebelumnya yang datang ke kampus tanpa mandi. Tiba-tiba Fellysia merengek kecil seakan bilang kalau ia masih lapar. Karna sepertinya Abian tidak memberikannya sarapan pagi. Fellysia hanya minum s**u formula yang Ziva buatkan sewaktu di kamar mandi tadi. "Memang ya.. Abian bisa-bisanya Fellysia nggak di kasih makan." ucap Ziva sendirian. "Kalau sudah selesai, cepat keluar ya.. Fellysia sudah lapar nih." Ziva mengirim pesan ke Abian. "Iya.." balas Abian. Ziva dan Fellysia menunggu Abian di dalam mobil. Fellysia masih saja merengek kecil kelaparan. s**u formula dan air panas yang dibawakan Abian tadi sudah habis. Karna Fellysia juga sudah meminum dua botol s**u formula pagi ini. Baju yang menutupi payuda*a Ziva basah karna Fellysia mencoba nen*n. "Ini nggak ada airnya loh Fellysia.. kamu nih yaa.. Nanti kalo abang datang lihat baju kakak di tempat ini basah gimana? Langsung m***m abang nanti." ucap Ziva sambil tertawa kecil karna ulah Fellysia yang baru ia sadari itu. Ziva pun akhirnya menarik sedikit bajunya ke atas, mengeluarkan payuda*anya sebelah kanan. Syukurnya pintu kaca mobil Abian gelap dan nggak bisa di lihat dari luar. "Enak ngenyut lemak ya Fellysia.." ucap Ziva sambil tertawa karena melihat Fellysia semangat mengenyut payu*ara Ziva yang tak ada asinya. Sambil mengenyut payuda*anya, Ziva menepuk-nepuk kecil bok*ng Fellysia agar ia segera tidur. Baru 10 menitan, Fellysia langsung tertidur. Tapi mulutnya masih mengenyut payuda*a Ziva. Ziva mencoba melepas puti*gnya dari mulut Fellysia, tapi ia malah merengek. Jadinya Ziva mengalah, membiarkan payuda*anya terus di kenyut oleh Fellysia sampai ia tertidur pulas. Ziva yang sedang bermain handphone di dalam mobil, melihat Abian jalan mendekatinya. Ziva segera melepaskan mulut Fellysia dari putingnya dan merapikan pakaiannya. Tak lama Abian pun sudah di dalam mobil. "Fellysia sudah tidur dari tadi va?" ucap Abian begitu masuk yang melihat Fellysia sudah tertidur. Abian pun langsung menginjak gas melajukan mobilnya. "Iya.. kamu nggak kasih dia makan ya?" ucap Ziva. "Aku nggak tau cara buat buburnya gimana. Aku mau minta tolong sama kamu, tapi semalam saja kamu marah sama aku. Jadi aku nggak berani mau bilang ke kamu." ucap Abian memelas. "Ya... kamu belajar dong Abian..." ucap Ziva mengingat alasan ia marah. Tak lama mereka pun sudah sampai di parkiran apartemen. Sesampainya ke dalam apartemen Abian, Ziva meletakkan Fellysia ke box tempat tidurnya. Setelah itu ia membuatkan bubur untuk makan Fellysia nanti saat ia bangun. Selesai memasak buburnya, Ziva menaruh bubur itu didalam penghangat makanan. Ziva duduk di sofa di depan tv yang sedari tadi sudah di duduki oleh Abian. Ziva duduk dengan menaikkan kedua kakinya lalu ia menghadap ke Abian. "Sekarang bilang apa yang mau kamu bilang waktu itu." ucap Ziva tegas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN