Ishana masih memainkan jemari kakinya yang terbenam di dalam pasir pantai sewarna pirus dengan handuk besar yang menutupi punggungnya setelah Tristan menyampirkannya beberapa saat yang lalu. Dia tenggelam dalam dunianya sendiri sedangkan Tristan sedang bercengkrama dengan para lelaki sambil terbahak, entah membahas tentang apa. Ishana seolah-olah menyendiri sampai dia berdeham lalu bersiul kencang sehingga seluruh mata tertuju kepadanya, Ishana sedikit memicingkan mata dan menarik handuk itu agar makin merapat pada tubuhnya. “Aku punya ide, kalau begini saja kita akan cepat bosan. Bagaimana jika kita melakukan snorkeling untuk membunuh waktu?” tawarnya. Tristan yang habis meneguk minuman lantas mendekat ke arah Ishana, dia berjongkok di dekat perempuan itu sambil menepiskan rambut yang

