Ishana tertunduk malu. Ini membuat Ishana jadi berpikir. Apa ada yang salah dengannya. “Apa ada yang salah?” Akhirnya pertanyaan itu Ishana lontarkan. “Sungguh ini membuat perasaanku jadi tidak enak.” Tristan langsung beringsut duduk di sebelah Ishana. Tristan ambil tangan Ishana lalu menggenggamnya erat. Tristan menggelengkan kepalanya. “Tidak, tidak ada yang salah. Kalaupun ada yang salah, di sini aku yang salah. Seharusnya aku bisa lebih menjaga nafsuku, Ishana.” “Tapi kenapa?” Ishana menatap Tristan dengan matanya yang berkaca-kaca. Ishana seperti sudah tidak tahan menangis. Tristan buru-buru mengusap air mata Ishana yang sudah berada di ujung ekor matanya. “Hei, jangan menangis.” “Kenapa membuat semuanya menggantung? Aku merasa tidak enak.” Ishana merasa begitu bersalah, tanpa

